SUARATAHURI.COM – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengeluarkan teguran paling keras sepanjang tahun dalam apel pagi lingkup Pemerintah Kota Ambon di Balai Kota, Senin (24/11). Teguran itu ditujukan kepada lurah, kepala desa, dan raja yang dinilai abai dalam menjalankan pelayanan dasar, khususnya pengelolaan sampah.
Desa Waiheru menjadi sasaran utama kemarahan Wali Kota. Meski sudah berkali-kali diingatkan, wilayah tersebut tetap menunjukkan wajah yang sama: tumpukan sampah yang tak kunjung dibersihkan.
Lurah, kades, dan raja itu ujung tombak. Urus satu titik sampah saja tidak mampu, bagaimana mau urus dana desa atau pelayanan lain?” tegas Wattimena tanpa kompromi.
Ia bahkan meminta pejabat yang tak sanggup bekerja untuk segera menanggalkan jabatan.
Kalau tidak mau kerja, tulis surat pengunduran diri. Buka mata, buka telinga, turun cek langsung,” bentaknya.
Wattimena mengaku hampir setiap hari memantau keadaan Waiheru melalui CCTV, namun hasilnya selalu sama. Sampah menumpuk, mencerminkan lemahnya respons wilayah.
Setiap hari saya lihat CCTV. Waiheru penuh sampah. Itu bikin sakit hati,” ungkapnya.
Tak hanya perangkat wilayah, pimpinan OPD pun disasar. Ia menegaskan bahwa evaluasi indeks kinerja tahun kedua tidak akan lagi sekadar pembinaan, tetapi langsung mengarah pada sanksi bagi kepala OPD yang nilainya rendah.
Tahun kedua ini punishment. Indeks rendah, kepala OPD yang tanggung,” tegasnya.
Meski keras, Wali Kota turut memberikan apresiasi. Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) disebut menunjukkan perbaikan signifikan dalam pendataan dan pengelolaan sampah.
Menutup arahannya, Wattimena menekankan bahwa kota ini hanya bisa maju jika semua perangkat bekerja dengan serius.
Kalau Ambon mau baik, semua harus kerja sungguh-sungguh. Kebijakan saya siapkan, teknis kalian jalankan,” pungkasnya.(NR)















