Ambon, Suaratahuri.Com — Dinamika perebutan kursi Sekretaris Kota (Sekot) Ambon mulai menunjukkan geliatnya. Salah satu figur yang turut meramaikan bursa adalah Penjabat (Pj.) Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Sekkot.
Pendaftaran tersebut dilakukan di ruang Ula Balai Kota Ambon, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 16.58 WIT. Kehadiran Robert tidak hanya menandai keseriusannya dalam mengikuti proses seleksi, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai figur internal yang siap berkompetisi secara terbuka.
Dalam keterangannya kepada awak media, Robert menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menaruh harapan besar agar proses ini berjalan transparan, objektif, serta benar-benar menghasilkan figur terbaik bagi Kota Ambon.
“Pasti beta ikuti semua mekanisme dan tahapan yang ada supaya mendapatkan hasil yang baik dan terbaik. Jadi yang terbaik bagi kota ini, biarlah itu yang terjadi,” ujarnya dengan dialek khas Ambon.
Lebih dari sekadar proses administratif, Robert turut menyampaikan pandangan filosofisnya mengenai jabatan publik. Ia menilai bahwa setiap posisi kepemimpinan pada dasarnya merupakan amanah yang tidak terlepas dari rencana Tuhan.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Sekretaris Kota, hal tersebut sudah menjadi bagian dari skenario Ilahi yang telah ditentukan jauh sebelumnya.
“Kalau Tuhan memperkenankan beta menjadi Sekot, pasti jadi. Karena siapa yang menjadi Sekda, namanya sudah ada dalam rencana Tuhan, tinggal menunggu waktu saja,” tegasnya.
Pernyataan tersebut secara tidak langsung memberi pesan bahwa dirinya siap menerima apapun hasil dari proses seleksi, sekaligus menekankan pentingnya sikap legawa dalam kontestasi jabatan publik.
Robert juga menambahkan bahwa dalam sistem pemerintahan, setiap pemimpin, termasuk Wali Kota, pada hakikatnya hanyalah instrumen dalam mewujudkan kehendak Tuhan bagi kebaikan masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan akan tetap menghormati seluruh proses yang berjalan, menjaga etika birokrasi, serta menyerahkan hasil akhir kepada kehendak Yang Maha Kuasa.
Di sisi lain, langkah Robert Sapulette yang telah lebih dulu menjabat sebagai Pj. Sekretaris Kota dinilai menjadi salah satu modal penting dalam memahami dinamika birokrasi di lingkup Pemerintah Kota Ambon. Namun demikian, proses seleksi yang terbuka tetap menjadi penentu utama dalam menghadirkan figur terbaik yang mampu menjawab tantangan pembangunan kota ke depan.
Dengan mulai bermunculannya kandidat, publik kini menaruh perhatian besar terhadap jalannya seleksi Sekot Ambon. Transparansi, integritas, serta profesionalitas panitia seleksi menjadi sorotan utama demi memastikan bahwa jabatan strategis ini benar-benar diisi oleh sosok yang kompeten dan berintegritas.
Kontestasi ini pun tidak hanya menjadi ajang seleksi pejabat, tetapi juga cerminan arah tata kelola pemerintahan Kota Ambon ke depan.(NR)















