SUARATAHURI.COM – Ambon,Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena menegaskan bahwa perdamaian di Ambon harus terus dirawat melalui semangat hidup orang basudara yang telah menjadi identitas masyarakat di Maluku.
Menurutnya, berbagai konflik yang pernah terjadi di masa lalu harus dijadikan pelajaran penting agar tidak kembali terulang. Sejarah tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa masyarakat Ambon memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keharmonisan hidup.
Hal itu disampaikan Wattimena saat menghadiri Festival Budaya Orang Basudara yang digelar di Taman Gong Perdamaian Dunia, Sabtu (28/2) malam.
“Kita pernah mengalami persoalan di masa lalu, tetapi itu adalah bagian dari sejarah. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita memaknai bahwa persoalan itu tidak boleh lagi terjadi di Kota Ambon,” tegasnya.
Wattimena mengatakan, perdamaian yang terbangun saat ini merupakan simbol bahwa kehidupan masyarakat Ambon terus tumbuh dalam semangat cinta, kebersamaan, dan saling menghargai.
Ia mengingatkan, Ambon dikenal sebagai kota yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Jika keberagaman tersebut dikelola dengan baik, maka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah. Namun sebaliknya, jika tidak dijaga, keberagaman dapat menjadi ancaman bagi persatuan.
“Ambon adalah kota yang penuh keberagaman. Kalau keberagaman itu tidak dikelola dengan baik, maka bisa menjadi ancaman bagi upaya kita membangun kota ini,” katanya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, bersama seluruh elemen masyarakat terus berupaya memperkuat kehidupan yang harmonis melalui berbagai program yang menekankan pentingnya toleransi, dialog antarumat, serta kerja sama lintas komunitas.
Wattimena juga menekankan bahwa seluruh masyarakat yang hidup di Ambon memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kota ini tetap aman dan damai.
“Semua kita yang hidup di Ambon ini ada untuk Ambon. Kita punya tanggung jawab bersama untuk memastikan kota ini tetap damai dan aman. Ambon adalah milik kita bersama melalui budaya dan warisan yang diberikan oleh orang-orang tua kita terdahulu. Tradisi ini harus menjadi perekat bagi kita,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku, Dody Wiranto, dalam sambutan yang dibacakan Pamong Budaya Ahli Pertama, Piter A. Syranamual, menyebut Ambon kini telah berkembang menjadi laboratorium perdamaian di Maluku.
Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi pilar penting dalam menopang kehidupan orang basudara di Ambon.
“Kota Ambon memiliki sejarah yang dapat dijadikan kekuatan budaya sebagai pilar kehidupan orang basudara. Ini yang terus kita rawat bersama,” ujarnya.(NR)















