Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota Ambon

Resmikan Gedung BPBD, Walikota: “Kesiapsiagaan Adalah Kunci Menghadapi Bencana

308
×

Resmikan Gedung BPBD, Walikota: “Kesiapsiagaan Adalah Kunci Menghadapi Bencana

Sebarkan artikel ini

SUARATAHURI.COM  –  Ambon,Kota Ambon kembali menambah satu fasilitas penting dalam sistem penanggulangan bencana. Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) milik BPBD Kota Ambon resmi diresmikan penggunaannya oleh Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Kamis (16/10/2025).

Peresmian yang berlangsung di kawasan Terminal Transit Passo itu ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan seluruh ruangan gedung baru oleh Walikota bersama jajaran Forkopimda Kota Ambon.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Ely Toisutta, Pj Sekretaris Kota Robby Sapulete, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Lisa Wattimena, perwakilan Pertamina Area Papua Maluku, Bank Indonesia Cabang Ambon, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pusat Kendali Baru, Harapan Baru

Plt Kepala BPBD Kota Ambon Frist Tatipikalawan menjelaskan, gedung baru Pusdalops ini dibangun menggunakan dana APBD Pemerintah Kota Ambon.

Menurutnya, sejak berdiri pada tahun 2012, BPBD telah mencatat 1.243 kejadian bencana di Kota Ambon, dengan tanah longsor menjadi yang paling sering terjadi, yakni sebanyak 1.200 kali.

Kondisi ini menempatkan Ambon sebagai wilayah dengan risiko bencana kategori sedang. Karena itu, keberadaan Pusdalops menjadi penting untuk memperkuat sistem pengendalian dan tanggap bencana,” ujar Tatipikalawan.

Ia menambahkan, sejauh ini BPBD telah membentuk enam desa tangguh bencana, melakukan pemasangan rambu evakuasi di wilayah rawan tsunami, dan terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Ambon juga menjadi salah satu dari 60 daerah di Indonesia yang menerima bantuan BNPB untuk peningkatan kapasitas tanggap darurat.

Walikota: Siap Hadapi, Bukan Takut Menghadapi

Dalam arahannya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa indeks risiko bencana di Kota Ambon mencapai 99,07 poin, masuk kategori sedang namun dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Kita tidak bisa menolak bencana datang, tapi kita bisa mempersiapkan diri agar dampaknya bisa dikurangi. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus tangguh dan siaga,” tegas Wattimena.

Ia mengungkapkan, Pemkot Ambon telah menyiapkan berbagai regulasi dan dokumen perencanaan penanggulangan bencana, termasuk rencana kontinjensi, peta kerawanan, hingga prosedur penanganan darurat.

Selain itu, program Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Desa Tangguh Bencana terus dijalankan dengan dukungan dari Bank Dunia.

Kita bersyukur pemerintah pusat melalui BNPB telah membantu pembangunan gedung Pusdalops ini, lengkap dengan sistem digital yang memudahkan akses data dan mempercepat respons lapangan,” jelas Walikota.

Walikota juga mengingatkan pemerintah desa dan kelurahan untuk tidak berhenti hanya pada kegiatan simbolik.

Mitigasi bencana harus jadi gerakan nyata di masyarakat. Edukasi, simulasi, dan kesiapan warga harus terus dilakukan agar Ambon benar-benar siap menghadapi bencana,” pesannya.

Acara peresmian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, menandai awal baru bagi BPBD Kota Ambon dalam membangun kota yang lebih tangguh dan siaga bencana.(NR)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *