Suaratahuri.Com. – Di tengah dinamika kehidupan kota yang terus bergerak, sosok Ely Toisutta hadir dengan cara yang berbeda: mendekat, menyapa, dan merangkul warganya dengan sentuhan keibuan yang hangat.
Menyambut perayaan Paskah, Ely kembali turun langsung ke jalan melalui Program Minggu Berbagi, Minggu (29/3/2026), menyisir pangkalan ojek di sepanjang Jalan Mr. Chr. Soplanit. Namun lebih dari sekadar agenda sosial, kehadirannya terasa seperti seorang ibu yang datang memastikan anak-anaknya baik-baik saja.
Dengan gaya sederhana dan penuh kehangatan, ia membagikan paket sembako kepada para tukang ojek yang tetap bekerja di hari libur. Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Yang terlihat hanyalah kedekatan antara seorang pemimpin dan rakyatnya.
“Ini akang pung nama minggu berkah. Katong bage seng banya, tapi mudah-mudahan bisa membantu,” ucap Ely dengan senyum yang mencerminkan ketulusan.
Di tengah tantangan negara dan tekanan pembangunan kota, Ely tidak tenggelam dalam formalitas jabatan. Ia justru menempatkan dirinya sebagai “Mama” bagi warga Kota Ambon hadir, mendengar, dan memberi dengan hati.
Kehadirannya disambut hangat. Para tukang ojek bukan hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan perhatian yang jarang mereka dapatkan dari seorang pejabat. Bagi mereka, Ely bukan sekadar Wakil Walikota melainkan sosok yang benar-benar peduli.
Program Minggu Berbagi yang ia jalankan secara konsisten, bersama program Jumat Berbagi, menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak selalu tentang kebijakan besar, tetapi juga tentang sentuhan kecil yang berdampak besar.
Di jalanan Kota Ambon, di antara hiruk-pikuk kota dan kerasnya kehidupan rakyat kecil, nama Ely Toisutta perlahan melekat bukan karena jabatan tetapi karena perannya sebagai seorang ibu bagi masyarakatnya.(NR)















